Banyak orang yang menghubungkan tingkat kemapanan seseorang bisa diukur dengan memiliki mobil pribadi.

Pemikiran tersebut memang tidak salah, karena harga dari sebuah mobil sendiri tidaklah murah. Tapi jangan karena penilaian tersebut membuat kamu ‘terpaksa’ harus memiliki mobil padahal kondisi keuanganmu tak terlalu memungkinkan untuk memilikinya.

Memang ada banyak cara yang gampang agar kamu bisa punya mobil, contoh saja jika kalian menggunakan fasilitas kredit mobil yang membuat proses pembayaran jadi lebih ringan. Namun, coba pikirkan masih banyak hal lain yang juga semestinya kamu pikirkan setelah kamu memiliki mobil itu nantinya.

Jadi, coba perhatikan hal ini dulu sebelum kamu memiliki mobil.

1. Daerah Parkir Daerah di Rumah

hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil baru

Setelah membeli Mobil, pasti kalian akan menaruh mobil tersebut digarasi. Tapi apa yang akan terjadi jika kalian tidak mempunyai garasi atau garasi kalian full? Memarkir sebuah mobil mesti hati-hati, karena mobil rawan dicuri atau dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu kalian harus bisa memikirkan terlebih dahulu, membeli mobil atau memperluas halaman rumah agar bisa dijadikan garasi.

2. Tarif Parkir

Bukan Cuma harga barang yang naik tapi harga parkir kendaraan juga, contohnya dijakarta. Harga parkir di Jakarta umumnya Rp4.000 per jam.

Bayangkan saja bila kamu mengendarai mobil setiap hari ke kantor, berapa biaya parkir yang semestinya kamu keluarkan tiap-tiap harinya? Asumsikan saja  kamu bekerja 8 jam sehari selama 22 hari.

Jadi dalam 1 bulan kamu telah semestinya menyisihkan uang sebesar Rp704 ribu selama sebulan. Apa pendapatanmu cukup untuk biaya parkir?

3. Tarif Bensin dan Tol

Kita akan mengambil contoh dari Jakarta lagi. Kalian pasti sadar bahwa macet sudah menjadi tradisi hidup di ibukota Jakarta, malah mungkin ada orang yang merasa aneh jika jalanan Jakarta lancar jaya tanpa macet.

Dengan kondisi macet ini, uang yang dibutuhkan untuk bensin mobilmu pasti bertambah, lalu karena macet, kamu pasti akan memilih untuk naik jalan tol dengan tujuan untuk menghindari macet.

Kita hitung secara kotor saja kalau kamu cuma make mobil untuk kerja karena jika kamu pakai untuk jalan-jalan tentu saja pengeluaran akan semakin besar.

Dalam seminggu kamu seharusnya hanya membeli bensin sebesar Rp100 ribu dan biaya tol seharinya yakni Rp15 ribu. Maka Untuk sebulan, kamu harus memiliki uang Rp400 ribu cuma untuk bensin, dan Rp330 ribu untuk masuk jalan tol. Besar juga ya biayanya?

4. Tarif Servis

Sebagai pemilik dan pengguna mobil, kamu pasti ingin agar mobilmu selalu dalam kondisi fit dan nyaman saat digunakan.

Oleh karena itu kamu harus melakukan servis mobil dan hal ini akan menambah pengeluaranmu.

Ada 2 tipe servis, yakni servis terprogram  dan servis tambahan bila mobilmu bermasalah. Tarif servis ini pelbagai-tipe, bisa murah dan juga bisa mahal tergantung pada jangka waktu servis atau seberapa besar kerusakan yang harus  di servis.

5. Tarif Pajak STNK Tahunan

Agar mobilmu bisa digunakan dijalan raya, kamu harus memiliki Surat Kendaraan Nomor Daerah (STNK) yakni identitas mobilmu.

Setiap tahun kalian harus memperpanjang masa aktif STNK agar mobil bisa digunakan secara normal dan tidak ribet jika STNK mati.

6. Tarif Pembuatan dan Perpanjangan SIM A

Nah, bagi kalian yang baru saja membeli mobil namun tidak mempunyai SIM A.

Maka kalian harus membuat SIM A secepat mungkin, karena percuma jika kalian punya mobil dan bisa mengendarainya namun tidak punya SIM A, bisa-bisa dijalan raya nanti dicegat polisi.

7. Tarif Asuransi Tarif

Bagi kalian yang baru saja membeli mobil, lalu kalian mengambil mobil tersebut dalam keadaan cicil, maka kalian harus mengasuransikannya ,jadi bila terjadi kecelakaan atau kerusakan mobil, biaya yang kamu perlukan untuk memperbaikinya tidaklah mahal. Jadi kamu butuh asuransi mobil untuk memperkecil pengeluaran kamu. namun dengan asuransi pun, kamu semestinya membayarkan biaya premi asuransinya.